Judul : PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI PENJUALAN BERBASIS
WEB PADA TOKO XYZ.
Oleh : Heri Wibowo (08311239)
A.
Latar Belakang Masalah
Jaringan komputer yang muncul saat ini menyebabkan banyak perusahaan bisnis
skala besar di seluruh dunia, menggunakan bagian tertentu dari perdagangan
elektronik (electronic commerce)
untuk mengendalikan transaksi antar bisnis.
Penggunaan internet yang marak menyebabkan banyaknya perdagangan secara
elektronik dan dilakukan oleh bisnis-bisnis dalam berbagai ukuran bisnis.
Bentuk yang paling jelas, e-commerce
menjual produk kepada konsumen secara online, tapi faktanya jenis bisnis apa
pun yang dilakukan secara elektronik adalah e -commerce. Sederhananya, e -commerce adalah membuat, mengelola, dan
meluaskan hubungan komersial secara
online.
Usaha e-commerce yang
sukses mungkin melibatkan pembayaran, pengembangan dan perencanaan produk,
mengelola produksi atau manufaktur, pemasaran dan perwakilannya, penjualan,
layanan, kolaborasi diantara sesama bisnis atau affilisai, distribusi produk,
riset, penyebaran informasi, penyusunan komunitas komersial, pendidikan,
hiburan, dan mungkin juga semua bisnis lain yang belum terpikirkan.
Toko XYZ di akhir-akhir
ini mengalami penurunan penjualan, salah satu yang turut menurunkannya adalah
semakin bertambahnya toko sejenis sehingga menurunkan market share dari toko XYZ.
Kemacetan yang mulai
sering terjadi dan hal-hal lainnya menyebabkan pelanggan toko XYZ semakin sulit
untuk datang langsung ke toko, sehingga hanya memesan beberapa jenis barang
yang sudah diketahui pasti. Barang
baru juga sulit terjual karena banyak pelanggan yang tidak mengetahui detil
properti dari produk.
Keadaan toko XYZ seperti ini mengharuskan adanya sistem penjualan baru,
salah satu yang mungkin dapat dilakukan adalah melakukan Perancangan Sistem
Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko XYZ.
B. Rumusan Masalah
- Bagaimana
Merancang Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko XYZ?
2. Bagaimana pelanggan dapat melakukan
transaksi web dengan mudah?
C. Keaslian Penelitian
Penelitian
e-commerce sebelumnya membahas pada studi kasus tertentu seperti e-commerce
UKM, pembuatan prototipe e-marketplace, hingga pembahasan tentang jenis
pembayaran dalam e-commerce.
Penelitian
penjualan yang berbasis web yang berfokus pada sebuah toko masih sulit
didapatkan, sehingga keaslian penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan.
D. Manfaat Penelitian
Dengan
terlaksananya penelitian sistem penjualan berbasis web ini, diharapkan mampu
membantu perkembangan dunia teknologi informasi, khususnya teknologi informasi
berbasis web..
E. Tujuan Penelitian
- Untuk mendapatkan
rancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko XYZ.
2. Untuk mendapatkan sistem informasi penjualan
berbasis web yang memudahkan pelanggan melakukan transaksi.
F. Tinjauan Pustaka
Firmansyah (2009) meneliti pengembangan model
pembayaran elektronik berdasarkan kondisi ekonomi, keamanan, tingkat pendidikan
dan akses teknologi.
Rudy (2008) meneliti perancangan sistem e-commerce
dengan metode analisis kerangka kesempatan pasar dan metode perancangan model
bisnis.
Karmawan (2010) meneliti analisis dan perancangan
sistem e-commerce dengan metode analisis studi pustaka, observasi, dan analisis
kesempatan pasar serta metode pengembangan dengan model bisnis.
Eva (2007) meneliti tentang penerapan e-commerce
untuk pengembangan pemasaran UKM walaupun transaksinya masih dilakukan secara
fisik.
Indrajani (2006) meneliti tentang rancangan
aplikasi e-commerce yang memiliki fasilitas seperti media pemasaran online
serta pelayanan pelanggan.
G. Landasan Teori
1.
Penjualan berbasis web/e-commerce
Stiawan
(2002) mengatakan bahwa:
“Penjualan berbasis web
atau E-commerce merupakan extension dari
commerce/perdagangan dengan
mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi
desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini”.
”Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai
dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Pertama, Insfrastruktur
system distribusi (flow of good). Kedua,
Insfrastruktur pembayaran (flow of money). Dan ketiga, Infrastruktur
system informasi (flow of information)”
“Dalam hal kesiapan
infrastruktur e-commerce, umunya logistics follow trade, bahwa semua
transaksi akan diikuti oleh perpindahan
barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar
dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke
gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan
integrasi enterprise system untuk
menciptakan supply chain visibility”
Menurut Turban (2005):
“Perdagangan elektronik
(e-commerce) mencakup proses pembelian, penjualan, transport, atau pertukaran
produk, layanan, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet”.
Purbo (2004) menyebutkan
bahwa:
“Adapun mekanismer terjadinya
tansaksi e-commerce dimulai dari calon pembeli yang hendak memilih belanjaan
yang akan dibeli bisa menggunakan ‘shopping cart’ untuk menyimpan data tentang
barang-barang yang telah dipilih dan akan dibayar”
“Konsep ‘shopping cart’ ini meniru
kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar
swalayan. ‘Shopping cart’
biasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi CGI, database,
dan HTML. Barang-barang yang sudah dimasukkan ke shopping cart masih bisa
di-cancel, jika pembeli berniat untuk membatalkan membeli barang tersebut”.
”Jika
pembeli ingin membayar untuk barang yang telah dipilih, ia harus mengisi form
transaksi. Biasanya form ini menanyakan identitas pembeli serta nomor kartu
kredit. Karena informasi ini bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang
salah, maka pihak penyedia jasa e-commerce telah mengusahakan agar pengiriman
data-data tersebut berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security tertentu”.
”Setelah pembeli
mengadakan transaksi, retailer akan mengirimkan barang yang dipesan melalui
jasa pos langsung ke rumah pembeli. Beberapa cybershop menyediakan fasilitas
bagi pembeli untuk mengecek status barang yang telah dikirim melalui internet”.
Ilustrasi e-commerce (Saputro, 2009).
2.
Pengembangan Sistem
Untuk membangun suatu sistem yang kompleks secara sistematis dan
terintegrasi dibutuhkan metode-metode pengembangan sistem agar dapat menuntun
pengembang untuk menghasilkan suatu sistem yang terstandar.
Metode prototipe merupakan salah satu metode pengembangan sistem yang dapat
memberikan ide-ide bagi analis sistem atau programer untuk menyajikan gambaran
yang lengkap.
Menurut Oetomo (2002), tahap pengembangan sistem dengan metode prototipe
adalah sebagai berikut:
”1. Mengidentifkasi kebutuhan pemakai: pada
tahap ini analis sistem akan melakukan studi kelayakan dan studi terhadap
kebutuhan pemakai.
2. Mengembangkan prototipe: pada tahap
ini, analis sistem akan bekerjasama dengan programer untuk mengembangkan
prototipe sistem untuk memperlihatkan kepada pemesan sistem yang akan dibangun
3. Menentukan prototipe: Penentuan
diterima atau tidaknya oleh pemesan/pemakai.
4. Penggunaan prototipe: Pada tahap ini
analis sistem akan menyerahkan kepada programer untuk implementasi pemodelan
yang dibuat.”
H. Metode Pengumpulan Data
1.
Kuisioner
Pengumpulan
contoh data pada penelitian ini menggunakan kuisioner yang akan dibagikan
kepada responden dan akan diambil kembali untuk kemudian dianalisis data yang
didapatkan.
2. Observasi
Observasi
untuk mendapatkan dokumen dasar yang berguna untuk perancangan system yang akan
dikembangkan.
I. Spesifikasi Sistem
1.
Perangkat
Keras:
Komputer pentium 4 1GHZ, RAM 1 GB, Harddisk 80 GB,
Keyboard, optical mouse, eternet card, modem internet 350 Kbps.
2.
Perangkat
Lunak:
Windows XP, PHP installer: Appserv (Php, mysql),
editor dreamweaver.
J. Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang dipilih adalah
metode prototipe. Adapun proses pengembangannya adalah:
1.
Identifikasi
kebutuhan pemakai
Tahap ini diidentifikasi bahwa pemakai membutuhkan
modul untuk menampilkan produk, modul pemilihan produk, modul transaksi, modul
identitas pemesan dan beberapa modul lainnya.
Setelah diketahui kebutuhan pemakai, dibuat desain
sistem mulai dari squence diagram, model proses bisnis (use case) hingga
activity diagram.
2.
Mengembangkan
prototipe
Desain sistem yang telah dibuat mulai dilakukan
koding program menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database mysql dan
editornya adalah dreamweaver.
3.
Menentukan
prototipe
Tahap ini prototipe sistem informasi penjualan
berbasis web yang telah selesai di sajikan kepada pengguna.
4.
Penggunaan
prototipe
Prototipe jika disetujui maka dikembalikan ke
programer untuk dibuatkan menjadi Sistem Penjualan berbasis web dan
diimplementasikan.
K. Jadwal Penelitian
|
Kegiatan
|
Mgg 1
|
Mgg 2
|
Mgg 3
|
Mgg 4
|
Mgg 5
|
Mgg 6
|
Mgg 7
|
|
Identifikasi
Kebutuhan pemakai
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengembangan prototipe
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penentuan Prototipe
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penggunaan prototipe
|
|
|
|
|
|
|
|
L. Daftar Pustaka
4.
Eva Agustine. 2007. Persepsi Penggunaan Aplikasi Internet Untuk Pemasaran
Produk Usaha Kecil Menengah. Prosiding
SNATI 2007, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.
5.
Indarjani, Winny O., Megaria, Christina. 2006. Analisis dan Perancangan Aplikasi e-marketing Pada PT. Alpha Cipta
Komputindo. Prosiding SNATI 2006, Seminar
Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.
8.
Turban E., R.Kelly R.JR., Richard E.P. 2005. Pengantar Teknologi Informasi.Jakarta:
Penerbit Salemba Infotek.
10.
Oetomo B.S.D. 2002. Perancangan dan Pengembangan Sistem
Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.