mw rihlah

mw rihlah
Gsg

Minggu, 24 Juni 2012

Contoh Proposal


Judul  : PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN BERBASIS  
              WEB PADA TOKO XYZ.

Oleh    : Heri Wibowo (08311239)

A.    Latar Belakang Masalah
Jaringan komputer yang muncul saat ini menyebabkan banyak perusahaan bisnis skala besar di seluruh dunia, menggunakan bagian tertentu dari perdagangan elektronik (electronic commerce) untuk mengendalikan transaksi antar bisnis. 
Penggunaan internet yang marak menyebabkan banyaknya perdagangan secara elektronik dan dilakukan oleh bisnis-bisnis dalam berbagai ukuran bisnis.
Bentuk yang paling jelas, e-commerce menjual produk kepada konsumen secara online, tapi faktanya jenis bisnis apa pun yang dilakukan secara elektronik adalah e -commerce. Sederhananya, e -commerce adalah membuat, mengelola, dan meluaskan  hubungan komersial secara online.
Usaha e-commerce yang sukses mungkin melibatkan pembayaran, pengembangan dan perencanaan produk, mengelola produksi atau manufaktur, pemasaran dan perwakilannya, penjualan, layanan, kolaborasi diantara sesama bisnis atau affilisai, distribusi produk, riset, penyebaran informasi, penyusunan komunitas komersial, pendidikan, hiburan, dan mungkin juga semua bisnis lain yang belum terpikirkan.
Toko XYZ di akhir-akhir ini mengalami penurunan penjualan, salah satu yang turut menurunkannya adalah semakin bertambahnya toko sejenis sehingga menurunkan market share dari toko XYZ.
Kemacetan yang mulai sering terjadi dan hal-hal lainnya menyebabkan pelanggan toko XYZ semakin sulit untuk datang langsung ke toko, sehingga hanya memesan beberapa jenis barang yang sudah diketahui pasti. Barang baru juga sulit terjual karena banyak pelanggan yang tidak mengetahui detil properti dari produk.
Keadaan toko XYZ seperti ini mengharuskan adanya sistem penjualan baru, salah satu yang mungkin dapat dilakukan adalah melakukan Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko XYZ.
B.     Rumusan Masalah
  1. Bagaimana Merancang Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko XYZ?
2.      Bagaimana pelanggan dapat melakukan transaksi web dengan mudah?
C.    Keaslian Penelitian
Penelitian e-commerce sebelumnya membahas pada studi kasus tertentu seperti e-commerce UKM, pembuatan prototipe e-marketplace, hingga pembahasan tentang jenis pembayaran dalam e-commerce.
Penelitian penjualan yang berbasis web yang berfokus pada sebuah toko masih sulit didapatkan, sehingga keaslian penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan.
D.    Manfaat Penelitian
Dengan terlaksananya penelitian sistem penjualan berbasis web ini, diharapkan mampu membantu perkembangan dunia teknologi informasi, khususnya teknologi informasi berbasis web..
E.     Tujuan Penelitian
  1. Untuk mendapatkan rancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko XYZ.
2.      Untuk mendapatkan sistem informasi penjualan berbasis web yang memudahkan pelanggan melakukan transaksi.
F.     Tinjauan Pustaka
Firmansyah (2009) meneliti pengembangan model pembayaran elektronik berdasarkan kondisi ekonomi, keamanan, tingkat pendidikan dan akses teknologi.
Rudy (2008) meneliti perancangan sistem e-commerce dengan metode analisis kerangka kesempatan pasar dan metode perancangan model bisnis.
Karmawan (2010) meneliti analisis dan perancangan sistem e-commerce dengan metode analisis studi pustaka, observasi, dan analisis kesempatan pasar serta metode pengembangan dengan model bisnis.
Eva (2007) meneliti tentang penerapan e-commerce untuk pengembangan pemasaran UKM walaupun transaksinya masih dilakukan secara fisik.
Indrajani (2006) meneliti tentang rancangan aplikasi e-commerce yang memiliki fasilitas seperti media pemasaran online serta pelayanan pelanggan.
G.    Landasan Teori
1.         Penjualan berbasis web/e-commerce
Stiawan (2002) mengatakan bahwa:
“Penjualan berbasis web atau E-commerce merupakan  extension  dari  commerce/perdagangan  dengan mengeksploitasi  media elektronik.  Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau  harus menggunakan media elektronik ini”.
”Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis.  Pertama, Insfrastruktur system distribusi (flow of  good). Kedua, Insfrastruktur  pembayaran  (flow of money). Dan ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information)”
“Dalam hal kesiapan infrastruktur e-commerce,  umunya logistics follow trade, bahwa semua transaksi  akan diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar  dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi  enterprise system untuk menciptakan  supply chain  visibility”
Menurut Turban (2005):
“Perdagangan elektronik (e-commerce) mencakup proses pembelian, penjualan, transport, atau pertukaran produk, layanan, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet”.



Purbo (2004) menyebutkan bahwa:
“Adapun mekanismer terjadinya tansaksi e-commerce dimulai dari calon pembeli yang hendak memilih belanjaan yang akan dibeli bisa menggunakan ‘shopping cart’ untuk menyimpan data tentang barang-barang yang telah dipilih dan akan dibayar”
“Konsep ‘shopping cart’ ini meniru kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar swalayan. ‘Shopping cart’ biasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi CGI, database, dan HTML. Barang-barang yang sudah dimasukkan ke shopping cart masih bisa di-cancel, jika pembeli berniat untuk membatalkan membeli barang tersebut”.
”Jika pembeli ingin membayar untuk barang yang telah dipilih, ia harus mengisi form transaksi. Biasanya form ini menanyakan identitas pembeli serta nomor kartu kredit. Karena informasi ini bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah, maka pihak penyedia jasa e-commerce telah mengusahakan agar pengiriman data-data tersebut berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security tertentu”.
”Setelah pembeli mengadakan transaksi, retailer akan mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa pos langsung ke rumah pembeli. Beberapa cybershop menyediakan fasilitas bagi pembeli untuk mengecek status barang yang telah dikirim melalui internet”.


Ilustrasi e-commerce (Saputro, 2009).


2.      Pengembangan Sistem
Untuk membangun suatu sistem yang kompleks secara sistematis dan terintegrasi dibutuhkan metode-metode pengembangan sistem agar dapat menuntun pengembang untuk menghasilkan suatu sistem yang terstandar.
Metode prototipe merupakan salah satu metode pengembangan sistem yang dapat memberikan ide-ide bagi analis sistem atau programer untuk menyajikan gambaran yang lengkap.
Menurut Oetomo (2002), tahap pengembangan sistem dengan metode prototipe adalah sebagai berikut:
”1. Mengidentifkasi kebutuhan pemakai: pada tahap ini analis sistem akan melakukan studi kelayakan dan studi terhadap kebutuhan pemakai.
2. Mengembangkan prototipe: pada tahap ini, analis sistem akan bekerjasama dengan programer untuk mengembangkan prototipe sistem untuk memperlihatkan kepada pemesan sistem yang akan dibangun
3. Menentukan prototipe: Penentuan diterima atau tidaknya oleh pemesan/pemakai.
4. Penggunaan prototipe: Pada tahap ini analis sistem akan menyerahkan kepada programer untuk implementasi pemodelan yang dibuat.”

H.    Metode Pengumpulan Data
1.      Kuisioner
Pengumpulan contoh data pada penelitian ini menggunakan kuisioner yang akan dibagikan kepada responden dan akan diambil kembali untuk kemudian dianalisis data yang didapatkan.
2.   Observasi
Observasi untuk mendapatkan dokumen dasar yang berguna untuk perancangan system yang akan dikembangkan.




I.       Spesifikasi Sistem
1.      Perangkat Keras:
Komputer pentium 4 1GHZ, RAM 1 GB, Harddisk 80 GB, Keyboard, optical mouse, eternet card, modem internet 350 Kbps.
2.      Perangkat Lunak:
Windows XP, PHP installer: Appserv (Php, mysql), editor dreamweaver.
J.      Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang dipilih adalah metode prototipe. Adapun proses pengembangannya adalah:
1.      Identifikasi kebutuhan pemakai
Tahap ini diidentifikasi bahwa pemakai membutuhkan modul untuk menampilkan produk, modul pemilihan produk, modul transaksi, modul identitas pemesan dan beberapa modul lainnya.
Setelah diketahui kebutuhan pemakai, dibuat desain sistem mulai dari squence diagram, model proses bisnis (use case) hingga activity diagram.
2.      Mengembangkan prototipe
Desain sistem yang telah dibuat mulai dilakukan koding program menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database mysql dan editornya adalah dreamweaver.
3.      Menentukan prototipe
Tahap ini prototipe sistem informasi penjualan berbasis web yang telah selesai di sajikan kepada pengguna.
4.      Penggunaan prototipe
Prototipe jika disetujui maka dikembalikan ke programer untuk dibuatkan menjadi Sistem Penjualan berbasis web dan diimplementasikan.


K.    Jadwal Penelitian

Kegiatan
Mgg 1
Mgg 2
Mgg 3
Mgg 4
Mgg 5
Mgg 6
Mgg 7
Identifikasi
Kebutuhan pemakai







Pengembangan prototipe







Penentuan Prototipe







Penggunaan prototipe








L.     Daftar Pustaka
1.      Firmansyah A., dkk. 2009. Pengembangan Alternatif Model E-Payment B2C (Business to Consumer) Untuk Masyarakar Indonesia. Jurnal Sistem Informasi MTI UI, Volume 5, No 1, (http://jurnal.mti.cs.ui.ac.id/index.php /jsi/article/view/46/31, diakses 5 April 2011).

2.      Rudy, Suyan, Reinaldi, Natalini. 2008. Analisis dan Perancangan Sistem E-Commerce (Studi Kasus: PT. Istana Romantik Dekorindo). Seminar Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008). http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/view/564/488, diakses 19 Mei 2011).

3.      Karmawan I G.M., Artha M.S., Devyano M. 2010. Analisis Dan Perancangan E-Commerce Pd. Garuda Jaya. Seminar Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010). (http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/ article/view /1882/1660, diakses 19 Mei 2011).

4.      Eva Agustine. 2007. Persepsi Penggunaan Aplikasi Internet Untuk Pemasaran Produk Usaha Kecil Menengah. Prosiding SNATI 2007, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.

5.      Indarjani, Winny O., Megaria, Christina. 2006. Analisis dan Perancangan  Aplikasi e-marketing Pada PT. Alpha Cipta Komputindo. Prosiding SNATI 2006, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.

6.      Saputro H.W. 2009. E-Commerce Pilihan Wirausaha Modern. (http://www.balebengong.net/topik/teknologi/2009/04/29/e-commerce-salah-satu-pilihan-wirausaha-modern.html, diakses 25 Mei 2011).

7.      Stiawan Deris. 2002. E-commerce. (http://deris.unsri.ac.id/materi/deris/ ecommerce_deris.pdf, diakses 4 Mei 2011).

8.       Turban E., R.Kelly R.JR., Richard E.P. 2005. Pengantar Teknologi Informasi.Jakarta: Penerbit Salemba Infotek.

9.      Purbo O.W. 2004. E-Commerce. (http://www.sentralweb.com/2004 /08/e-commerce/, diakses 11 Mei 2011).

10.  Oetomo B.S.D. 2002. Perancangan dan Pengembangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar